Setiap organ dapat memperlihatkan fenomena, baik secara fisiologis maupun patologis. Fenomena tersebut dapat dilihat dari indra sebagai fenomena organ. Fenomena organ secara fisiologis dipakai sebagai fenomena standar, sedangkan fenomena yang menyimpang dari norma standar dikatakan sebagai fenomena patologis. Masing-masing organ akan diuraikan sebagai berikut.
a. Jantung (Heart/HT)
Kesatuan kerja HT meliputi jantung (cordis), pembuluh darah (vascular) dan lidah (tongue) dengan fungsinya sebagai indera pengecap (taste). Kesatuan kerja HT menjadi pusat, menguasai, dan menjadi coordinator organ chang dan organ fu. Organ HT pun menyimpan dan bertanggung jawab kepada sen, yaitu materi yang dipersepsikan sebagai jwa, semangat, atau kepribadian. Itulah sebabnya beberapa penulis akupunktur (antara lain Mary Austin) memberikan nomor 1 kepada HT.
HT memompa darah (sie) dengan cara systole dan diastole, terus menerus secara TBBD sehingga mampu mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Darah membawa zat asam (oksigen) dan zat nutrisi, yang berarti bahwa HT pun berfungsi mengedarkan zat asam dan zat nutrisi ke seluruh tubuh. Fungsi ini dilakukan oleh darah dari paru-paru ke jantung dank e seluruh tubuh, pada saat HT dalam keadaan mengempis (systole). Ketika HT mengembang (diastole), menunjukkan bahwa HT akan menyedot kembali darah dari seluruh tubuh. Darah tersebut sudah mengangkut zat asam-arang (karbon dioksida) dan sisa pertukaran zat lainnya untuk dibuang. Selanjutnya, darah dibersihkan kembali di dalam paru-paru.
Lidah sebagai komponen kesatuan kerja HT, di samping berfungsi sebagai indra pengecap, juga merupakan “pintu luar” HT. oleh karena itu, lidah merupakan cerminan fungsi dan kondisi HT .Dengan mengamati lidah seorang akupunkturis dapat mengenali fungsi organ HT,b aik secara fisiologis maupun patologis. Telah dutarakan pula bahwa lidah menjadi coordinator fungsi organ chang fu lainnya. Oleh karena itu, lidah merupakan “peta” dari keadaan fisiologis maupun patologis organ chang fu lainnya. Pengamatan terhadap lidah menjadi salah satu target yang harus diamati pada saat seorang akupunkturis melakukan pemeriksaan cara pengamatan terhadap pasien.
Sasaran yang harus diamati terhadap organ lidah adalah bagian otot lidah (tongue proper) dan selaput lidah (tounge coating). Setelah dilakukan pengamatan secara keseluruhan, kemudian dilakukan perincian pengamatan lebih lanjut, yaitu pengamatan terhadap aspek lidah (basah atau kering), warna lidah (pucat, merah, kehitaman, dan lain-lain), tebal atau tipisnya otot dan selaput lidah, gerakan lidah, bentuk permukaan dan pinggir, tubuh lidah dan kelainan-kelainan yang mungkin terjadi, dalam arti menyimpang dari nilai standar. Secara keseluruhan, lidah merupakan “peta” bagi organ-organ lainnya. Telah diketahui bahwa kondisi lidah yang normal (standar) adalah lidah yang berwarna merah muda, bersih, agak basah, halus, tidak ada bagian yang terpecah-pecah, dan gerakannya lincah.
HT adalah organ yang menggerakkan peredaran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Dengan demikian, kemunduran fungsi HT akan menunjukkan terganggunya peredaran darah dan keadaan nutrisi organ yang bersangkutan. Kelainan fungsi HT tersebut dapat “dibaca” dari “peta lidah” yang telah diutarakan terdahulu. Selain itu, HT pun bertanggung jawab terhadap sen sehingga kelainan HT akan mempengaruhi kondisi sen, berupa kondisi kejiwaan, semangat dan perilaku lainnya dari orang yang bersangkutan. Organ HT berunsurkan api.
b. Perikardium (Percardium/PC)
Dalam pengertian akupunktur, pericardium berkarakter yin. Pericardium merupakan organ yang dikreasi sebagai “pendamping” organ sanciao (TE). Hal ini disebabkan seluruh organ harus merupakan pasangan yin-yang harmonis. Organ PC merupakan pelindung HT. oleh karena itu, fungsi PC secara fisiologis dan patologis sama dengan fungsi organ HT. Organ PC pun berunsurkan api.
c. Limpa (Spleen/SP)
Kesatuan kerja organ SP, meliputi bibir, mulut, pancreas, dan otot. Kesatuan kerja SP berfungsi sebagai pengolah dan pengangkut bahan makanan dan minuman yang disebut cing perolehan (lihat teori materi dasar). Bersama-sama dengan pasangannya, yaitu organ lambung (ST) akan membentuk darah (sie) dan energi hidup (qi) dari bahan makanan dan minuman yang berasal dari “spirits of earth”. Fungsi SP akan mempengaruhi bentuk tubuh karena tanggung jawabnya terhadap bentuk-bentuk otot (muscles). Oleh karena itu, bentuk dan berat tubuh sangat dipengaruhi oleh fungsi organ SP. Hal ini disebabkan organ SP bersama ST bertanggung jawab dalam mengkonversi bahan makanan. Oleh sebab itu, kelainan-kelainan yang berkaitan dengan konversi dan metabolisme bahan makanan seperti diabetes mellitus, kolesterol, asam urat, dan penyakit metabolic lainnya, dalam praktek akupunktur akan melibatkan titik-titik akupunktur yang dimiliki oleh organ SP.
Organ SP bersama pasangannya, yaitu organ ST berunsurkan tanah. Hal ini berkaitan dengan warna kuning, kelembaban dan rasa manis (lihat teori pergerakan lima unsure). Dari aspek kepribadian, organ SP berkaitan dengan pengendalian perasaan untuk berpikir (obsesi). Kesatuan kerja SP berkaitan pula dengan pancreas (salah satu penghasil hormone). Oleh karena itu, dalam beberapa literature, penyajian SP digabung bersama pancreas menjadi lien-pankreas (LP, misalnya dalam buku yang ditulis oleh Andree Zen). Dengan demikian, kelainan-kelainan yang berhubungan dengan faktor hormonal, dalam terapinya nanti banyak melibatkan titik-titik dari organ SP.
d. Paru-paru (Lung/LU)
Kesatuan kerja organ Paru (LU) meliputi hidung, tenggorokan (larynx), bronchus, paru-paru, kulit, dan rambut. Deretan kesatuan kerja ini merupakan organ pertama yang berhubungan dengan “spirits of heaven”, yaitu atmosfer dan zat-zat kosmos lainnya. Kesatuan kerja LU akan mengatur pemasukan (inspirasi) dan pengeluaran (ekspirasi) merupakan mekanisme pernapasan yang harus berlangsung secara TBBD. Organ LU merupakan organ yang menampung darah kotor (mengandung zat asam arang) yang dihantarkan oleh organ HT pada saat diastole. Selanjutnya, organ LU akan membersihkan darah kotor dengan cara melepaskan zat asam arang dan mengikat zat oksigen sehingg adarah kotor akan diganti dengan darah yang bersih. Darah bersih tersebut akan kembali ke HT untuk diedarkan ke seluruh bagian tubuh. Dengan demikian, organ LU bertindak sebagai pembaharu dan pemulih energi hidup (qi). Itulah sebabnya organ LU disebut sebagai organ yang bertanggung jawab terhadap regenerasi qi. Karena qi adalah energi vital sehingga tanpa adanya qi manusia tidak akan hidup. Dalam beberapa buku akupunktur, organ LU diberi nomor 1 (misalnya, buku akupunktur RSCM). Oleh karena itu, apabila seseorang mempelajari akupunktur dengan menggunakan angka urut untuk menyebutkan organ/meridian maka sebelumnya harus memperhatikan terlebih dahulu nomor urutnya (1 dan seterusnya), dimulai dari organ/meridian yang mana/apa karena hasilnya akan sangat berlainan.
Kesatuan kerja LU melibatkan tenggorokan (larynx-pharynx) yang akan “mewarnai suara” seseorang, hidung yang berfungsi sebagai indera pembau, dan kulit (rambut) sebagai indra perabaan. Apabial terjadi kelainan fungsi dari kesatuan kerja LU akan menimbulkan gejala-gejalan, seperti hidung tersumbat, pilek, radang hidung/sinusistis, kehilangan daya membau, dan bersin-bersin. .selain itu, gejala yang bisa timbul yaitu adanya kelainan larynx dan pharynx, misalnya kehilangan suara, suara menjadi sengau, dan serak; kelainan kulit, antara lain hypo/hyper pigmentasi, rambut rontok/botak, dan wajah berkerut; kelainan brochus, antara lain sesak nafas, berdahak, batuk, dan spasmus; kelainan pada paru-paru dapat berupa radang paru-paru, pneumonia, dan daya tampung udara berkurang. Semua kelainan—kelainan seperti diuraikan di atas, dalam terapinya akan melibatkan titik-titik LU. LU akan berpasangan dengan LI (large intestine) yang mempunyai unsur logam. Orang yang hidupnya penuh kesedihan akan menghambat pembentukan qi. Fungsi organ LU erat berhubungan dengan kesedihan. Fenomena seperti ini diperlihatkan oleh kelainan LU.
e. Ginjal (Kidney/KI)
Organ KI adalah organ yang membawa dan menyimpan cing keturunan. Oleh karena itu, organ KI bertanggung jawab kepada pembentukkan konstitusi tubuh (baik konstitusi fisik maupun konstitusi mental), karakter dan intelektualitas. Konstitusi fisik dibangun berdasarkan ukuran dan bentuk tulang (skeletal), sedangkan konstitusi intelektual dibangun berdasarkan mental dan daya pikir.
Kesatuan kerja organ KI terdiri dari telinga, ginjal, dan skeletal yang akan berpengaruh serta bertanggung jawab kepada fungsi pendengaran pembentukan tulang dan proses daya intelektualitas. KI menyimpan cing keturunan, berarti Ki pun bertanggung jawab kepada kelangsungan generasi berikutnya yaitu fungsi prokreasi (menghasilkan keturunan). Fungsi menghasilkan keturunan merupakan fungsi gabungan antara kekuatan konstitusi fisik dan mental, sehingga KI berperan menentukan daya seksual dan daya mengahsilkan bibit (spermatozoa atau ovum). Dengan demikian menunjukkan bahwa Ki pun berperan dalam fungsi alat reproduksi.
Kemunduran fungsi organ Ki ditandai dengan sindroma kelemahan fisik, mental, daya dengar, daya pikir, daya ingat, daya seksual, dan daya menghasilkan keturunan. Lemahnya fungsi organ KI juga berpengaruh kepada semangat dan keberanian seseorang yang menurun, bahkan menjadi bersifat penakut.
Pintu keluar organ KI adalah telinga. Artinya organ KI berhubungan dengan indera pendengaran. Organ KI berpasangan dengan organ kandung kemih (bladder/BL) yang berunsurkan air.
f. Hati (Liver/LR).
Kesatuan kerja LR terdiri dari kuku, mata, hati, pengendali emosi. Organ LR menyimpan, mengatur pembentukan, dan memanfaatkan materi darah (sie). Darah membawa zat nutrisi yang akan diubah menjadi energi melalui proses pertukaran zat (metabolisme), yang kemudian diedarkan ke seluruh sel-sel tubuh. Selain itu, organ LR akan berfungsi pula sebagai pengontrol penggunaan energi. Energi akan digunakan sebagai penggerak, pembuat reaksi dan daya adaptasi kepada lingkungan. Energi LR juga bekerja sebagai perangsang proses berpikir dan emosi. Organ LR membentuk empedu dan menyalurkannya ke dalam alat pencernaan untuk membantu proses pencernaan dengan enzim-enzimnya. Hal ini berarti bahwa fungsi LR erat hubungannya dengan fungsi pencernaan.
Organ lain yang merupakan kesatuan kerja dari LR adalah mata. Oleh karena itu, daya penglihatan sangat dipengaruhi oleh fungsi LR. LR akan mengatur peredaran darah (sie) dan nutrisi sehingga apabila fungsi LR gagal maka akan terjadi gejala-gejala hilangnya control peredaran darah (perdarahan), contohnya mimisan (epistaksis) dan proses menstruasi (haid) yang abnormal. Gangguan aliran energi di dalam LR dapat menyebabkan terjadinya gangguan peredaran darah dan perubahan emosional.
Kelainan fungsi LR yang tergolong berlebihan (ekses) dapat menyebabkan seseorang menjadi temperamental, frustasi, depresi, dan mudah tersinggung, kadang-kadang sampai menjadi histeris (sebagai luapan emosi), bahkan sampai kejang-kejang. Gejala lain yang mungkin timbul adalah pusing kepala yang sangat hebat, insomnia (susah tidur), gelisah dan mimpi yang sangat mengerikan. Karena LR berperan dalam pembentukan darah (sie) dan empedu maka kemunduran fungsi LR akan memperlihatkan gejala perubahan warna pada kulit, mata, kuku, dan selaput lendir lainnya. Perubahan warna menjadi pucata atau merah karena gangguan peredaran darah, sedangkan warna kuning kehijauan terjadi karena adanya kelainan pada peredaran cairan empedu. LR berpasangan dengan kandung empedu (gall bladder/GB) yang berunsurkan kayu.